Terkait Aset Pemkab Tulang Bawang Yang di Duga Bermasalah, Ariza : Semua Menjadi Tanggung Jawab OPD Terkait

Tulang bawang, Merpatilampung.com - Aset Pemda Kabupaten Tulang Bawang yang tempo hari menjadi sorotan ketua Dewan Pimpinan Daerah Hati Nurani Rakyat Jaya (DPD Hanuraja) Tulang Bawang, Kepala bidang Aset BPKAD berikan tanggapan, Senin (10/07/23).


Hal itu disampaikan oleh Ariza di ruang kerjanya pada Kamis 06/07/23, Ia mengatakan bahwa aset tersebut menjadi tanggung jawab OPD terkait, Pasalnya ada beberapa persoalan yang di temukan pada masa jabatannya tersebut.


"Saya kan masuk 2013 di sini, jadi catatan aset itu sudah ada, lalu 2015 saya mengadakan inventarisasi, saya sensus keseluruh aset dari mulai tanah sampai dengan jalan dan segala macam itu, dan laporan di dinas perikanan itu ada sejumlah, saya lupa jumlahnya berapa tapi nilainya sekitar 5 milyar itu diberi keterangan tidak di ketahui keberadaannya, akhirnya kita inventarisasi",


Ariza juga menambahkan bahwa di temukan keanehan pada laporan di dinas perikanan pada catatan Kartu Indetitas Barang (KIB) ada perbedaan dalam pelaporan roda dua menjadi roda empat. 


"Jadi di dinas perikanan ada keanehan, dan anehnya lagi, itu di dalam catatan KIBnya dinas perikanan itu jenis barangnya Roda dua tapi merk-nya mobil roda empat, itu tahun kendaraanya 2010 semua, dari apbd kita tahun 2010 itu gak ada yang namanya pengadaan kendaraan sampai 5 milyar sekian apalagi dengan jenis kendaraan roda dua yang merk-nya mobil", jelas Ariza.


Ariza juga mengkalim bahwa letak kesalahan tersebut ada pada OPD masing-masing.


"Ya jadi letak kesalahannya ada pada OPD masing-masing, karna kan gini lo, kita ini hanya menghimpun yang mengisi KIB itukan si OPD bukan kita (bidang aset)" cetus Ariza.


Lalu Ariza juga menanggapi terkait aset tanah, Ariza juga menjelaskan bahwa dari tahun 2016 ada banyak bidang tanah yang belum bersertifikat namun sudah dalam proses.


"Dari tahun 2016 bertahap-bertahap-bertahap sampai sekarang itu ada aset tanah yang sudah bersertifikat sekitar 165 bidang tanah tapi yang belum bersertifikat masih banyak nih, bukanya kita enggak proses jadi sampai dengan saat ini yang sedang di proses dari BPN itu ada sekitar 116 bidang tanah yang sedang dilakukan proses persertifikatanya, kita udah usulin nih ke BPN jadi kita tinggal tunggu kapan ngukurnya dari BPN dan keluarnya sertifikatnya, dan untuk keterlambatan nya itu hanya BPN yang bisa menjawab", Tutup Ariza.


Dalam hal ini Petinggi Hanuraja tersebut meminta agar OPD terkait dapat lebih memperhatikan pengelolaan aset-aset milik Pemkab Tulang Bawang.


"Saya berharap Pemkab Tulang Bawang melalui OPD-OPD terkait dapat untuk lebih memperhatikan pengelolaan aset yang diduga bermasalah tersebut" pinta Yuriko.


Sampai berita ini diterbitkan OPD terkait belum dapat dipintai tanggapan. (Red)